Tag: alat terapi autisme

Alat Terapi Autisme Dan Jenis Perawatan Yang Tepat Bagi Anak-Anak Autistik

Berbagai Macam Alat Terapi Autisme Dan Jenis Perawatan Yang Tepat Bagi Anak-Anak Autistik Dengan Bergabung Maupun Individual Yang Membuat Anak Nyaman

Penggunaan alat terapi autisme menjadi salah satu metode yang dilakukan untuk mengobati anak-anak yang memiliki gangguan tersebut. Namun, Anda sebaiknya lebih berhat-hati karena kondisi sang buah hati yang tergolong lebih riskan dibandingkan anak normal kebanyakan. Jika sampai salah pilih, bukan tak mungkin kondisi mereka malah bertambah parah.

Gangguan spektrum autisme merupakan sebuah gangguan yang terjadi dalam proses tumbuh kembang. Anda harus bersabar karena terapi jenis apa pun membutuhkan waktu yang relatif tak sebentar sebelum hasil akhirnya terlihat. Kemudian, Anda juga harus tahu jenis terapi yang tepat untuk anak, karena setiap jenis perawatan mempunyai karakteristik yang berbeda. Bantuan dari dokter atau terapis dibutuhkan agar terapi berjalan lancar.

Tidak semua perawatan menggunakan alat terapi autisme. Jadi sebaiknya, sebelum memilih, Anda perlu mengetahui jenis terapi untuk anak-anak pengidap autisme berikut ini.

  1. Applied Behavioral Analysis, Applied Behavioral Analysis atau ABA merupakan salah satu jenis terapi yang sudah lama diterapkan. Sistem yang diterapkan dalam ABA adalah dengan memberikan pelatihan-pelatihan khusus kepada anak lewat positive reinforcement berupa hadiah atau pujian. Selain mudah dilakukan, kemajuan ABA juga bisa diukur. Kemudahannya tersebut yang membuat ABA sering digunakan di Indonesia.
  2. Terapi Wicara, Sebagian besar anak yang mengidap autisme memiliki kesulitan dalam berbicara. Anda mungkin sering mendapatinya pada individu autisctic non-verbal atau mereka yang kemampuan bicaranya di bawah rata-rata. Maka, terapi wicara diterapkan kepada mereka yang tidak sanggup memakai kemampuan dalam bicara dengan baik supaya keterampilan berkomunikasinya lancar.
  3. Terapi Okupasi, Dalam jenis perawatan ini, alat terapi autisme digunakan sebagai bagian dari latihan. Perkembangan motorik halus yang lebih lambat pada anak-anak autisme membuat gestur tubuhnya kasar dan kaku. Bahkan untuk memegang sendok pun mereka kesulitan. Untuk melatih anak menggunakan otot-otot tubuh mereka, terapi okupasi bisa menjadi pilihan tepat untuk perawatannya.
  4. Terapi Fisik, Seperti poin sebelumnya, terapi ini akan memakai bantuan alat untuk membantu anak yang mengidap autisme dalam mengembangkan kemampuan motorik kasarnya. Pada anak-anak atau penderita dengan autisme, tonus otot yang lembek membuat jalan meraka tak kuat berjalan dan keseimbangan tubuhnya tidak bagus. Untuk mengatasinya, fisioterapi serta terapi intergrasi sensoris dapat diterapkan.TERAPI UNTUK AUTISME DENGAN BERBAGAI TINDAKAN MAUPUN PEMBERIAN SUPLEMEN
  5. Terapi Sosial, Terapi sosial biasanya tidak membutuhkan alat terapi autisme, karena terapis biasanya akan membantu anak pengidap autisme untuk berinteraksi. Seperti yang Anda tahu, autisme membuat anak-anak sulit bersosialisasi karena kemampuan berbicara mereka tidak berkembang baik seperti anak normal lainnya. Sehingga mereka pun akan kesulitan mendapatkan teman-teman baru.
  6. Terapi Bermain, Ternyata, tak sedikit anak pengidap autisme yang membutuhkan bantuan untuk bermain. Hal ini akan membantunya membaur dengan teman-teman sebaya dalam berinteraksi hingga bersosialisasi. Terapis yang menangani anak pengidap autisme biasanya akan menerapkan beberapa teknik. Beberapa teknik tersebut dapat Anda pelajari di bawah ini:
  • Terakhir, ada Voyat yang mendeskripsikan approaching atau pendekatan multi-disiplin kala memakai terapi bermain untun anak-anak autistik. Caranya adalah dengan mengombinasikan terapi bermain dengan pendidikan khusus. Kemudian, pelatihan dalam segi keterampilan serta pemakaian alat terapi autisme pun dipakai agar mereka mampu mengurus diri sendiri.
  • Tak jauh berbeda dari Wolfbreg & Schuler, Mundschenk & Sasso memakai integrasi kelompok dalam terapi bermain versi mereka. Dalam hal ini, anak-anak yang mengidap autisme akan diajak untuk melatih diri mereka untuk berinteraksi dengan anak-anak normal atau non-autistik supaya kemampuan berinteraksinya meningkat;
  • Sementara itu, Wolfbreg &Schuler lebih menekankan integrasi kelompok dalam terapi bermain untuk anak-anauk autistik. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sosial mereka supaya setara dengan anak-anak normal atau mungkin lebih tinggi. Meski begitu, terapi ini harus dilakukan secara hati-hati, terutama saat memilih mainan sebagai alat terapi autisme;
  • Terapi bermain yang diterapkan Lower & Laynado menerapkan penggunaan pemakanaan untuk teknik utamanya. Seperti halnya Bromfield, mereka akan berusaha untuk masuk ke dalam dunia anak melalui pemaknaan bahasa tubuh atau gestur dan tanda-tanda yang diperlihatkan anak yang mengidap autisme. Contohnya lewat gerakan menunjuk;TERAPI PENDERITA AUTISME yang PALING MUJARAB, PALING EFEKTIF dan PALING AMAN
  • Bromfiled menerapkan terapi yang lebih fokus untuk masuk ke dalam dunia anak. Hal tersebut bertujuan untuk mempelajari serta memahami tindak-tanduk anak. Alat terapi autisme akan digunakan untuk melatih anak-anak dalam membaui atau menciumi objek tertentu, misalnya dengan memakai boneka atau mainan lainnya;7. Terapi Perilaku, Anak pengidap autisme tak jarang merasa frustrasi karena tidak bisa mengimbangi kemampuan anak-anak non-autistik. Sifat hipersensitif mereka kadang menimbulkan kesalahpahaman. Untuk membantu mereka mengatasi kesulitan tersebut, diterapkan terapi perilaku. Terapis biasanya akan mencari latar belakang dan perilaku anak sebelum kemudian menerapkan perubahan lingkungan untuk perbaikan.8. Terapi Perkembangan, Son-rise, Floortime, dan Relationship Developemental Intervention (RDI) adalah terapi perkembangan yang dapat diterapkan untuk anak pengidap autisme. Dalam hal ini, anak akan diminta mempelajari minat pilihannya, tingkat perkembangan hingga kekuatannya. Mungkin ada alat terapi autisme yang dipakai, tetapi terapi perkembangan tidak sespesifik ABA.

    9. Terapi Visual. Kemampuan visual anak pengidap autisme biasanya lebih baik dan memudahkan terapis membantunya untuk mengenal berbagai aspek. Salah satu metode yang bisa diterapkan adalah lewat Picture Exchange Communication atau PECS. Video yang merupakan penggabungan dari audio-visual dinilai dapat sangat membantu anak-anak pengidap autisme dalam mempelajari keterampilan dan mengatasi masalahnya.

    10. Terapi Biomedik, Terapi ini dikembangkan sekelompok dokter dari Defeat Autism Now atau DAN! Penelitian yang mereka lakukan pun sangat serius mengingat sebagian perintisnya mempunyai anak autistik. Anak-anak yang menjalani terapi ini akan melewati beberapa pemeriksaan seperti tes darah, feses, dan urin. Maka, alat terapi autisme yang digunakan dalam terapi biomedik pun bisa dikatakan tidak sedikit.

Selain menjalani sesi terapi, anak-anak pengidap autisme pun harus memperhatikan makanan yang mereka santap. Sebab, tak sedikit makanan yang bisa memperparah kondisi mereka. Namun, ada juga makanan yang dapat menunjang sesi terapi mereka. Jadi, penting bagi Anda untuk mengetahui jenis makanan yang aman untuknya.

Berikut ini tiga jenis makanan yang tidak boleh dikonsumsi anak-anak pengidap autisme. Gluten, kasein, dan kedelai adalah sebagian makanan yang pantang dikonsumsi selama anak menjalai perawatan dengan atau tanpa alat terapi autisme. Sebagian dari makanan tersebut malah membuat anak jadi kian kesulitan untuk berkomunikasi. Sebaiknya, Anda harus lebih cermat saat hendak membeli makanan. Baca kemasannya terlebih dahulu dan pastikan kandungan gizi dan nutrisnya aman untuk anak yang mengidap autsime.

450Jika Anda masih bingung memilih santapan yang tepat, tidak ada salahnya untuk memakai suplemen seperti TNM. Diolah dengan bahan-bahan alami dan proses higienis, TNM sangat aman bagi anak autistik. Anda dapat memesannya sebagai pendamping alat terapi autisme di http://vitaminanak.net/autis/.