Tag: terapi berkuda untuk autisme

Terapi Berkuda Autisme Untuk Memperbaiki Perilaku Dan Proses Berpikir

Terapi Berkuda Autisme Untuk Memperbaiki Perilaku Dan Proses Berpikir Serta Anak Lebih Dapat Mengenali Diri Sendiri Terhadap Lingkungan

Terapi berkuda autisme saat ini tengah dikembangkan untuk membantu anak-anak autis atau berkebutuhan khusus supaya bisa memperbaiki perilaku dan proses berpikir mereka. Dalam hal ini pengaplikasian terapi dipilih karena autisme bukanlah penyakit, namun suatu masalah perilaku.

Lebih jauh, autisme adalah suatu kelainan dari perkembangan sistem saraf di otak seorang anak. Kelainan ini akhirnya membuat seorang anak mengidap masalah perilaku. Faktor yang menyebabkan kelainan perkembangan sistem saraf ini kebanyakan terjadi karena faktor hereditas.

Banyak yang mengira bahwa autisme adalah gangguan kejiwaan, tapi bukan, autisme adalah gangguan pada otak sehingga otak seseorang yang mengalami autisme tidak berfungsi sebagaimana seseorang dengan otak normal. Autisme juga suatu gangguan perkembangan bagian dari gangguan spektrum autisme (ASD – Autism Spectrum Disorders) dan salah satu dari lima gangguan Perkembangan Pervasif atau PDD (Pervasive Development Disorder).

Gejala-Gejala Autisme Biasanya Terdeteksi  Pada Anak Mulai Dari Tiga Puluh Bulan Hingga Maksimal Berusia Tiga Tahun

Autisme akan membuat seseorang mengalami beberapa masalah perilaku. Masalah perilaku yang umum terjadi biasanya seperti kecemasan berlebihan, sulit berkomunikasi dengan orang lain, sulit menjalin suatu hubungan sosial, sulit mengerti maupun memahami emosi orang lain, melakukan sesuatu hal secara berulang-ulang (repetitif), mengalami perkembangan perilaku yang tidak normal dan lain sebagainya. Yang dapat terlihat jelas, komunikasi dan bahasa dari anak yang mengalami autisme akan bermasalah.

Untuk bisa mengatasi masalah ini, detekse dan terapi sedini mungkin harus dilakukan supaya anak yang mengalami autisme bisa sedikit menyesuaikan diri dengan lingkungan normal.

Masalah autisme tidak bisa disembuhkan. Terkadang seorang yang mengalami masalah autisme harus terus mendapatkan terapi selama seumur hidup supaya dia bisa menyesuiakan diri dalam lingkungan sosial normalnya. Meski ada beberapa kasus pula dimana ada anak pengidap autisme yang cerdas, sehingga setelah mendapatkan terapi bisa mengikuti sekolah umum hingga bekerja. Namun biasanya dalam lingkungan sosialnya perilakunya akan tetap sedikit berbeda, misalnya tidak mau memandang mata lawan bicara, respon saat diajak bicara agak lama, dan lain sebagainya.

Mengenal Terapi Berkuda Autisme

Pada dasarnya terapi untuk autisme dilakukan untuk memperbaiki perilaku maupun proses berpikir seorang anak penderita autisme. Terapi ini menekankan pada memodifikasi lingkungan anak supaya anak terhindar dari  kecemasan dan juga perilaku yang tidaklah lazim.

Saat ini sudah ada banyak jenis terapi bagi penderita autisme, salah satu terapi yang bisa dilakukan adalah terapi berkuda. Dengan terapi ini anak penderita autisme akan diterapi supaya konsentrasinya meningkat.

Autisme memiliki problem atau masalah terkait konsentrasi dan kemampuan berhubungan secara sosial. Dengan terapi berkuda ini, anak penderita autisme akan diajak untuk bisa berhubungan dengan kuda. Anak penderita autisme akan diajak untuk melakukan aktifitas seperti  memberi makan, menyisir kuda, memandikan kuda, memasang pelana dan juga menunggangi kuda. Cara ini dipercaya bisa melatih konsentrasi anak, mengurangi agresivitasnya dan juga bisa mengasah kemampuan sosialnya.

Terapi autisme dengan kuda ini terabagi kedalam 2 jenis. Pertama adalah hippotherapy. Terapi ini merupakan bagian dari fisioterapi atau terapi fisik bagi penderita autisme. Di terapi ini, anak akan dilatih untuk berkuda dengan pengawasan dokter spesialis. Sedangkan yang kedua disebut therapeutic riding. Terapi ini difokuskan menjadi rekreasi bagi anak penderita autisme.

Namun sebelum memutuskan untuk mengikuti program dari terapi berkuda ini, ada baiknya anak lebih dulu dievaluasi responnya secara sensorik, seperti responnya terhadap suara, tekstur, bau, maupun perubahan dalam suatu gerakan tertentu.

Menurut Selby dan Osborne (2013), terapi berkuda ini erat berhubungan dengan  human-equine bond. Selain itu terapi ini sangatlah potensial dalam melakukan pembinaan hubungan, memberikan rekreasi, pengembangan kemampuan anak, dan juga exercise.

Beberapa manfaat yang bisa didapat dari terapi berkuda ini diantaranya adalah :

  • Anak penderita autisme bisa memperoleh keuntungan secara fisik dari terapi berkuda ini. Pada dasarnya berkuda adalah olahraga, jadi dengan melakukan terapi berkuda, anak telah sekaligus melakukan aktifitas olahraga tempat menyalurkan energi dan juga menyehatkan secara fisik.
  • Keuntungan secara psikologis dan secara emosi juga dapat diperoleh melalui terapi ini karena rasa senang yang dialami anak ketika dirinya  bertemu dengan kuda dan juga menunggangi kuda tersebut. Kesenangan ini akan membuat anak emosinya lebih stabil.

  • Dengan terapi berkuda, anak bisa memiliki suatu ikatan dengan kuda. Dengan ikatan ini, anak akan memiliki emosi yang lebih positif terhadap suatu hubungan. Selain itu dengan terapi ini emosi-emosi negatif anak penderita autisme juga bisa tersalurkan karena manfaat berkuda salah satunya adalah realeasing emotion atau menyalurkan suatu emosi yang negatif.
  • Dengan terapi berkuda, anak bisa meningkatkan kemampuan sosialnya. Pasalnya dia bisa berinteraksi langsung dengan instruktur berkuda, side walker dan tentu saja kuda itu sendiri.
  • Terapi berkuda juga bisa menguntungkan bagi self-confidence dan juga self awarness. Saat seorang anak penderita autisme bisa berkuda, ada sebuah pencapaian yang telah didapatkannya. Jadi terapi ini juga membantu meningkatkan kepercayaan diri anak penderita autisme.
  • Keuntungan kognitif juga bisa didapatkan dari terapi ini. Pasalnya anak akan didampingi instruktur saat berkuda dengan sejumlah arahan, jadi anak harus merespon instruksi dan juga melakukannya sesuai tugasnya.
  • Terapi berkuda ini anak penderita autisme juga akan dilatih untuk lebih adaptif terhadap perubahan. Misalnya anak akan beberapa kali diajak menunggangi kuda yang berbeda.
  • Terapi berkuda ini dianggap cukup efektif karena banyaknya keuntungan yang didapatkan dalam sekali terapi. Tak heran jika orang tua yang memiliki anak penderita autisme akan banyak mengajak anaknya untuk mendapatkan terapi ini.

Cara Kerja Terapi Berkuda Autisme

Terapi ini dibagi dalam tiga bagian yaitu : pra on horse, on horse, dan pasca on horse. Pada pra on horse  anak akan dipandu untuk membersihkan kuda dan juga menyiapkan kuda sebelum ditunggangi. Diharapkan anak bisa menjalin suatu ikatan dengan kuda tersebut.

Tahap kedua adalah  on horse, anak akan menunggangi kuda dan kuda akan dibiarkan terus untuk berjalan. Dengan demikian anak akan mengikuti pergerakan dari badan kuda tersebut. Selama diatas kuda anak juga akan diajak untuk bermain sebuah games seperti menebak gambar. Sesi ini mendorong anak supaya bisa lebih komunikatif dan melatih kemampuan kognitifnya.

Tahap terakhir adalah pasca on horse. Pada tahap ini akan dibawa mengelilingi stable sebagai rekreasi.

Dalam menjalankan terapi ini, instruktur juga mempertimbangkan berbagai hal seperti kondisi anak, mood anak, dan juga kapabilitas anak. Jadi instruktur juga bisa merancang kegiatan yang seusai dengan kondisi-kondisi tersebut.

Selain dengan menjalankan terapi berkuda, untuk memberikan hasil yang maksimal, anak penderita autisme juga bisa diberikan Vitamin Anak Autis. Vitamin anak autis ini diberi nama TNM. Anda bisa mendapatkannya di http://vitaminanak.net/autis/.

Vitamin TNM ini terbuat dari bahan alami sehingga aman untuk dikonsumsi. Vitamin ini bisa mengoptimalkan hasil terapi. Selain itu vitamin ini bisa meningkatkan produksi serotonin sehingga emosi anak penderita autisme bisa lebih terkontrol. info harga dan cara pesan TNM silahkan masuk ke website http://vitaminanak.net/autis/.