Tag: terapi diet pada gangguan autisme

Mengenali Terapi Diet Autisme Dan TNM Sebagai Suplemen Terbaik Autisme

Mengenali Terapi Diet Autisme Dan TNM Sebagai Suplemen Terbaik Autisme Yang Sangat Aman Dan Tanpa Menyebabkan Efek Samping

Anak dengan penderita autisme memang memiliki gejala yang berbeda. Untuk itu, penanganan dan terapinya juga bersifat individual. Artinya, tidak bisa diseragamkan antara anak satu dengan yang lainnya walaupun sesama penderita autisme. Sampai saat ini memang masih belum ada obat atau diet khusus untuk memperbaiki struktur otak anak penderita autisme. Namun, melihat dari gejala yang timbul, pedoman terapi diet autisme bisa dibuat walaupun tidak bisa diseragamkan.

Anak dengan penderita autisme memiliki tingkat sensitifitas yang tinggi terhadap makanan tertentu dibandingkan anak normal. Alergi makanan pada anak autis bisa empat hingga lima kali lipat lebih tinggi. Mengapa demikian? karena anak yang memiliki gangguan autis memiliki sistem kekebalan tubuh yang berbeda dari anak pada umumnya. Hal tersebut menjadikan anak memiliki tingkat alergi lebih tinggi karena senyawa antibodi bereaksi dengan komponen penyebab alergi itu sendiri. Masalah ini mewajibkan para orang tua harus lebih perhatian dalam mengatur makanan anak. Hal ini bisa diamati dari masalah yang timbul akibat makanan tertentu. Dengan demikian, jika orang tua harus melakukan terapi diet autisme, maka tetap disesuaikan dengan gejalanya.

Beberapa Jenis Diet Untuk Anak Autisme

Terapi Musik Untuk Autisme dan ManfaatnyaSeperti yang sudah dijelaskan bahwa penderita autisme memiliki tingkat alergi yang tinggi, maka ada beberapa makanan yang sifatnya khusus untuk mereka. Banyak para orangtua yang menerapkan salah satu jenis terapi diet pada gangguan autisme. Terapi diet ini sifatnya membatasi makanan tertentu. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Diet bebas gluten dan kasein

Diet ini adalah jenis pembatasan makanan atau minuman yang mengandung gluten dan kasein. Gluten merupakan protein yang mana hal ini secara alami terdapat dalam keluarga rumput, seperti terigu, gamdum, oat, barley. Sementara kasein adalah protein susu. Gluten ini berfungsi untuk memberi kekenyalan pada tepung terigu atau yang sejenisnya.

Bagi anak normal, mengkonsumsi makanan yang mengandung kedua hal ini mungkin tidak jadi masalah. Hal ini berbeda dengan anak penderita autisme karena penderita autisme diduga memiliki sistem pencernaan bocor atau yang lebih dikenal dengan leaky gut. Hal tersebut menyebabkan pencernaan tidak dapat memecah gluten dan kasein dengan sempurna. Akibat dari bocornya sistem pencernaan ini menjadikan sisa kedua protein tersbut masuk dan mengganggu kerja otak.

Untuk itu, jika anak terdapat kelainan, maka sesuaikanlah resep makanan yang cocok untuk mereka. Dengan diet khusus ini, anak akan terlihat perkembangannya sekitar 1 hingga 3 minggu. Diet ini adalah salah satu yang banyak diikuti oleh anak penderita autisme. Walaupun begitu, Jika dalam waktu yang sudah ditetukan atau bahkan lebih lama melakukan diet ini namun tidak ada perubahan, berarti terapi diet autisme tersebut tidak cocok. Terdapat beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari antara lain sebagai berikut.

  • Makanan dan minuman yang mengandung gluten seperti yang sudah dijelaskan di atas.

  • Soda kue, baking soda, saus tomat, kaldu instant, lada bubuk dan campuran tepung terigu.

  • Makanan sumber kasein seperti susu dan hasil olahannya seperti keju, es krim, mentega, yogurt, dll.

  • Daging, buah, sayur yang diawetkan.

  1. Diet Karbohidrat khusus (Specific Carbohydrat Diet)

Karbohidrat merupakan sumber makanan utama untuk mikroba usus yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Tidak hanya itu, sisa karbohidrat yang tidak sepenuhnya tercerna juga dapat mendorong terbentuknya asam dan racun. Akibatnya usus dan sistem pencernaan terganggu. Terapi diet yang satu ini dikembangkan oleh Elaine Gottschall yang awalnya ditujukan untuk penderita peradangan usus.

Mengingat penderita autisme juga memiliki gangguan pada sistem pencernaannya, maka diet ini diperkenalkan dengan tujuan mengurangi gangguan pada sistem pencernaan tersebut.

  1. Diet anti yeast/ ragi/ jamur

Pertumbuhan jamur erat sekali kaitannya dengan gula. Diet ini diberikan untuk anak dengan gangguan infeksi jamur. Untuk itu, jika diet ini digunakan maka makanan yang diberikan haruslah tanpa gula, yeast dan juga jamur. Dalam hal ini terdapat beberapa makanan yang perlu dihindari diantaranya.

  • Semua jenis keju, roti, pasty, biskuit, makanan sejenis roti khususnya yang menggunakan gula dan yeast.

  • Daging, ikan atau ayam olahan, contohnya daging asap, sosis, hotdog, dll.

  • Semua jenis saus, bumbu/ rempah, MSG, macam- macam kecap, acar, mayonnaise, acar atau sejenis makanan lain yang menggunakan cuka.

  • Buah yang dikeringkan

  • Sari buah yang diawetkan, minuman beralkohol dan semua jenis minuman manis.

  • Semua jenis jamur baik kering maupun segar.

  1. Feingold dan Failsafe Diet

Diet ini dikembangkan oleh Ben Feingold yang awalnya ditujukan untuk anak yang hiperaktif. Diet ini meyakini bahwa kondisi anak yang hiperaktif bisa menjadi lebih baik jika tidak mengonsumsi makanan tertentu seperti makanan yang mengandung pewarna buatan, perisa buatan, pengawet dan juga pemanis buatan. Tidak hanya itu, makanan yang mengandung senyawa silsilat sebaiknya juga dihindari. Senyawa ini secara alami terdapat dalam buah dan sayur tertentu seperti tomat, apel, jeruk, anggur, dll. Anak penderita autisme yang menjalani diet ini, dilaporkan oleh orangtuanya mengalami kondisi yang lebih baik.

Cara Mengatur Makanan Anak Secara Umum

Ada cara yang bisa anda lakukan dalam mengatur makanan anak, khususnya penderita autisme. Cara tersebut diantaranya seperti penjelasan berikut.

  1. Memberikan makanan seimbang. Cara ini bertujuan agar tubuh bisa mendapatkan zat dan gizi yang dibutuhkan dalam pertumbuhan anak. Tidak hanya itu, dengan makanan simbang sel- sel yang rusak juga bisa diperbaiki sehingga dalam melaksanakan kegiatan sehari- hari juga tidak terganggu.

  2. Makanan- makanan yang mengandung pengawet dan gula sebaiknya dihindari. Hal ini diutamakan bagi anak yang hiperaktif.

  3. Menghindari junk food dan makanan instan. Sebaiknya diganti dengan makanan sehat seperti sayur dan buah- buahan.

Suplemen Untuk Anak Penderita Autisme

Selain mengenal terapi diet autisme, pemilihan suplemen yang tepat untuk anak penderita autisme sangat diperlukan. Saat ini banyak sekali suplemen yang sudah dijual di pasaran, khususnya untuk anak autime ini. Dengan demikian, orang tua harus lebih hati- hati dan selektif dalam memilihnya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih suplemen ini. Pertama, perhatikan bahan yang digunakan. Bahan alami/ herbal tentu lebih aman untuk anak. Kedua, perhatikan apakah suplemen tersebut sudah memiliki daftar BPOM. Hal ini juga salah satu cara menjamin keamanan dari suplemen itu.

450Salah satu suplemen yang dipercaya memiliki khasiat untuk mereka adalan TNM. TNM merupakan produk herbal yang terbuat dari mengkudu asli dari pulau Tahiti. Mangapa pulau Tahiti? karena wilayah ini masih bebas polusi sehingga mengkudu yaang diambil tentu juga bebas polusi. Karena terbuat dari bahan alami, TNM ini tentu tidak memiliki efek samping untuk anak. Untuk mendapatkan produk TNM ini juga sekarang lebih mudah. Salah satunya dengan membeli TNM melalui website http://vitaminanak.net/autis/. Website ini sudah terbukti terpercaya dan sudah banyak konsumen yang membeli TNM melalui website tersebut. Untuk lebih meyakinkan para pembeli, website tersbut juga sudah memberikan beberapa testimoni untuk anak penderita autis yang mengonsumsi TNM. UntukĀ info harga dan cara pesan TNM silahkan masuk ke website http://vitaminanak.net/autis/.